Blog Ilmiah Digital Dosen

Menu
  • Home
  • NgoPi
  • Kasih
  • Informasi
  • Download
    • Hadist
    • Tafsir
    • e-book
  • Kampus
  • Etc

Senin, 04 Maret 2024

QS. Al-Rahman 55: 46-49.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Rahman 55: 46-49.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلِمَنْ خَا فَ مَقَا مَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِ 
"Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ 
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

ذَوَا تَاۤ اَفْنَا نٍ 
"Kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Dan bagi orang-orang yang takut kepada kekuasaan Allah yang tak tertandingi oleh siapa pun sehingga hidupnya selalu diperhatikan betul olehnya agar senantiasa berada dalam ketaatan dengan selalu menjalankan perintah-Nya sehingga mendapatkan pahala dari-Nya dan tidak melakukan perbuatan maksiat serta melanggar larangan-Nya yang dapat membuat-Nya murka sehingga dirinya layak menerima azab-Nya saat menghadap-Nya di akhirat maka Allah sediakan baginya dua surga, yaitu as-sabiqunal muqarrabin dan ashabul yamin.

2. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan?

3. Dimana surga yang Allah sediakan bagi orang-orang yang takut kepada-Nya itu ditumbuhi oleh berbagai macam pepohonan yang rindang serta indah yang menghasilkan buah-buahan yang enak rasanya.

4. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan? Wallaahu A'lam

 

Created By - Dr. Muhamad Afif, M.A

 

Read More

QS. Al-Rahman 55: 50-53.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Rahman 55: 50-53.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِ 
"Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَا كِهَةٍ زَوْجٰنِ 
"Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Di dalam kedua surga itu terdapat dua mata air yang mengalir ke segala penjuru sehingga mudah untuk dijangkau bagi penghuni surga yang memanfaatkannya dan untuk mengairi pohon-pohon taman surga tanpa menimbulkan genangan air.

2. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan?

3. Di dalam kedua surga itu tersedia aneka jenis buah-buahan yang berbeda bentuk dan sifatnya serta warna dan rasanya menunjukkan perbedaan jenis yang indah.

4. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan? Wallaahu A'lam

 

 Created By - Dr. Muhamad Afif, M.A


Read More

QS. Al-Rahman 55: 54-57.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Rahman 55: 54-57.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مُتَّكِــئِيْنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَآئِنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍ ۗ وَجَنَاالْجَـنَّتَيْنِ دَا نٍ 
"Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutra tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ ۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآ نٌّ 
"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Di dalam kedua surga itu para penghuninya bersandar di atas permadani yang indah dan mewah yang bagian dalamnya terbuat dari sutera yang halus dan tebal. Dan di dalam kedua surga itu tersedia buah-buahan yang bermacam-macam bentuk dan rasanya yang pohonnya menjuntai ke bawah dekat dengan jangkauan tangan penghuni surga sehingga bisa langsung dipetik dari pohonnya tanpa susah payah.

2. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan?

3. Di dalam surga itu tinggal bidadari-bidadari yang indah dan cantik yang menjaga pandangannya dari segala sesuatu yang dilarang memandangnya, yang menjaga tubuhnya dari jamahan pikiran cabul apalagi tangan kotor dan bejat sehingga tidak satu orang pun baik dari golongan manusia mau pun jin yang pernah menyentuhnya.

4. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan? Wallaahu A'lam

 

 Created By - Dr. Muhamad Afif, M.A


Read More

QS. Al-Rahman 55: 58-61.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Rahman 55: 58-61.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كَاَ نَّهُنَّ الْيَا قُوْتُ وَا لْمَرْجَا نُ 
"Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

هَلْ جَزَآءُ الْاِ حْسَا نِ اِلَّا الْاِ حْسَا نُ 
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Keadaan bidadari-bidadari cantik di dalam surga itu seperti permata yakut dan marjan yang indah berkilau yang jika dilihat menyenangkan hati dan tidak membosankan.

2. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan?

3. Tidak ada balasan yang layak bagi kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang yang takut kepada Allah kecuali kebaikan pula.

4. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan? Wallaahu A'lam

 

 Created By - Dr. Muhamad Afif, M.A


Read More

QS. Al-Rahman 55: 62-65.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Rahman 55: 62-65.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِ 
"Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ 
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

مُدْهَآ مَّتٰنِ 
"Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ 
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Selain dari dua surga itu yang keadaan dan sifatnya telah dijelaskan terdapat dua surga lagi yang keadaan dan sifatnya di bawah dari dua surga sebelumnya.

2. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan?

3. Kedua surga itu ditumbuhi oleh pohon-pohonan yang tidak berbuah yang rindang daunnya sehingga surga itu terlihat hijau tua warnanya.

4. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan? Wallaahu A'lam

 

 Created By - Dr. Muhamad Afif, M.A


Read More

QS. Al-Rahman 55: 66-69.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Rahman 55: 66-69.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّا خَتٰنِ 
"Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

فِيْهِمَا فَا كِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّا نٌ 
"Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma, dan delima."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Di dalam kedua surga itu terdapat dua mata air yang memancar tetapi tidak mengalir ke segala penjuru tempat di surga.

2. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan?

3. Di dalam kedua surga itu tersedia buah-buahan yang beraneka bentuk dan rasanya, dan juga kurma dan delima.

4. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan? Wallaahu A'lam

 

 Created By - Dr. Muhamad Afif, M.A


Read More

QS. Al-Rahman 55: 70-73.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Rahman 55: 70-73.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَا نٌ 
"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ 
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَا مِ 
"Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ 
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Di dalam surga itu ditinggali oleh bidadari-bidadari yang bersikap baik dan berparas jelita.

2. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan?

3. Bidadari-bidadari itu diam di dalam kemah-kemah karena tidak suka berkeliaran di luar rumah untuk mempertontonkan diri sehingga terjaga dari memandang dan dipandang.

4. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan? Wallaahu A'lam

 

 Created By - Dr. Muhamad Afif, M.A


Read More

Ketika Rajanya Pendusta Berkata Jujur

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024NgoPi Tidak ada komentar




 "Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa," (QS. 26: 222)

Yang pantas mendapatkan julukkan rajanya para pendusta itu setan. Sehingga sebagai rajanya pendusta wajar sekali yang dijadikan pengikut dan pendukungnya juga para pendusta. Sehingga yang didatangi dan dikunjungi setan itu para pendusta seperti yang diterangkan di dalam QS. 26: 222 di atas.

Jika setan menyampaikan hal-hal yang baik atau menjanjikan hal-hal yang baik maka dapat dipastikan itu bohong untuk memperdaya dan menipu manusia agar jatuh dalam kesesatan dan kemungkaran. Tipu daya setan dalam menyesatkan manusia ini diterangkan di dalam QS. 15: 39-40, artinya:

 "Iblis berkata, "Ya Rabb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlash di antara mereka." (QS.15: 39-40)

Banyak manusia yang tertipu dan terperdaya oleh setan dari semua golongan dan kelompok termasuk dari kalangan umat Islam tetapi hanya orang beriman yang ihklas dalam beragama yang tidak menjadi korban kebohongan dan tipu daya setan. Ikhlas menjadi prisai dari kebohongan dan tipu daya setan baik dari jenis jin maupun jenis manusia dijelaskan dalam ayat Alquran berikut, artinya:

 "Iblis menjawab, "Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka." (QS. 38: 82-83)

 "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang ikhlas tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat." (QS. 15: 42)

Ada satu riwayat yang menjelaskan satu kisah yang menarik, sebuah kisah yang menunjukkan keganjilan dari kebiasaan setan yang suka berbohong dan menipu manusia karena setan bicara benar perihal dirinya. Setan yang berwujud seorang laki-laki membongkar kelemahan dirinya kepada salah seorang sahabat Nabi Abu Hurairah tentang cara penjagaan diri dari setan.

Mendapatkan penjelasan seperti itu Abu Hurairah tidak langsung percaya, kemudian beliau menghadap Rasulullah untuk menanyakan kebenaran informasi yang diterimanya. Inilah ketulusan iman Abu Hurairah dan tentu sahabat Nabi yang lain sehingga ketika mendapatkan informasi atau menyaksikan satu peristiwa atau mendapati satu persoalan selalu menghadap Rasulullah untuk mendapatkan fatwanya. Dan setelah mendengarkan apa yang disampaikan Abu Hurairah Rasulullah membenarkan apa yang disampaikan Abu Hurairah sambil memberi tahu bahwa yang mengatakan kepada dirinya itu setan si raja bohong.

Kisah ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, artinya:

 "Jika kamu beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah ayat Al-Kursiy, karena kamu akan selalu mendapat penjagaan dari Allah, dan syaitan tidak akan mendekatimu sampai pagi. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah: "Ia jujur kepadamu dan ia adalah pembohong, dia itu adalah setan." (HR. Bukhari)

Ciri orang beriman yang ikhlas dalam beragama itu yang paling mudah dilihat adalah mengembalikan segala persoalan atau urusan agama yang masih samar atau diperselisihkan kepada Allah dan Rasulullah atau kepada Alquran dan Sunnah Nabi. Ini sesuai dengan firman Allah, artinya:

 "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan). Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Allâh (Al-Qur`an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allâh dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya." (QS. 4: 59)

Misalnya, jika ada yang memperdebatkan masalah boleh tidaknya praktik LGBT. Kembalikan kepada Alquran dan hadits apakah boleh atau tidak praktik LGBT. Kalau Alquran dan Hadits mengharamkan praktik LGBT maka sampai kiamat nanti praktik LGBT tetap Haram. In syaa Allah siapa yang menjadikan Alquran dan Hadits sebagai pedoman dan panduan maka tidak akan tersesat dan disesatkan oleh dusta dan tipu daya setan baik dari jenis jin maupun jenis manusia.

Jika suatu perkara tidak dijumpai pada Alquran dan sunnah Nabi maka carilah jawabannya kepada sunnah sahabat. Jika masih juga tidak juga dijumpai maka carilah pandangan ulama salaf yang lurus seperti para imam Mazhab fiqih yang empat atau ulama salaf lain yang lurus. Karena para sahabat serta para ulama salaf yang lurus sangat akrab dengan Alquran dan sunnah Nabi serta ilmunya mumpuni sehingga hasil ijtihadnya betul-betul didasarkan kepada Alquran dan sunnah Nabi bukan menurut hawa nafsu serta bukan mencari keuntungan duniawi.

Sebaliknya siapa pun yang tidak ikhlas dalam beragama sehingga lebih mengikuti langkah setan dan dorongan hawa nafsu dari pada mengikuti ketetapan Allah dan  Rasulullah, maka akan tersesat dan disesatkan oleh setan si raja bohong. Oleh karenanya ikhlaslah dalam beragama agar tidak jadi korban si raja bohong dan pasukannya dengan cara mentaati ketetapan Allah dan Rasulullah yang terkandung di dalam Alquran dan sunnah Rasul. Allah berfirman, artinya:

 “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. 33: 36)

Sebagai bentuk keperdulian Rasulullah yang tulus atas keselamatan umatnya di dunia dan di akhirat maka Rasulullah berwasiat kepada umatnya agar berpegang teguh kepada Alquran dan Sunnah Nabi jika tidak ingin tersesat dalam mengarungi kehidupan di dunia oleh kebohongan serta tipu daya siapa pun yang suka berbohong, suka menipu dan suka memperdaya. Rasulullah bersabda, artinya:

 “Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik, Al-Hakim, Al-Baihaqi). Wallaahu A'lam.

 

 By-Drs. H. Saepullah S, M.Ag

 

Read More

SEKEDAR WUJUD REPLEKTIF

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024NgoPi Tidak ada komentar

 



                                             
Tuhan, eksis pada zona frekuensi hakikat yang menembus batas atmosfer dari segala puncak ikhtiar yang kita bangun ( واليه ترجع الأمور ). Konsekuensi ekstrimnya, maka selembut dan sehalus apapun geliat getar yang bertingkah di ruang hati, pasti tersadap vulgar oleh-Nya, ( إنه عليم بذات الصدور ).

Dia mampu menembus demikian detil pada segala relung kita. Sementara kita sungguh absurd berlaku serupa terhadap diri-Nya. Mengingat, terhijab oleh pilar baja hakikat yang ultra tebal, ( هو يدرك الابصار ولا تبصره الابصار ).
                       
Maka sesungguhnya, kita ini mesti merapat di mana? Apa pada dimensi diri-Nya, atau merdeka di area sendiri dan atau berkongsi dengan-Nya، ( هو معنا أو نحن معه ) ?

Ini tidak lain, hanya sebatas wujud replektif  risiko kemestian ( دلالة التزامية) dari sebuah jargon postulat : "Al-Insan Hayawaanun Naatiq".

والله أعلم بالصواب.              


By-Drs. H. Saepullah S, M.Ag

Read More

QS. Al-Rahman 55: 74-78.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Rahman 55: 74-78.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآ نٌّ 
"Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ 
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

مُتَّكِـئِيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَا نٍ 
"Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah."

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ 
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

تَبٰـرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَـلٰلِ وَا لْاِ كْرَا مِ
"Maha Suci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Karena mereka selalu berada di dalam kemah-kemah sehingga mereka selalu dalam keadaan terjaga maka tidak satu orang pun baik dari golongan manusia mau pun jin yang pernah menyentuhnya.

2. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan?

3. Para bidadari itu berkumpul sambil bercengkrama diantara mereka di dalam surga sambil bersandar pada bantal-bantal yang berwarna hijau di atas permadani-permadani yang indah.

4. Maka nikmat Tuhan-mu yang banyak jumlah dan bentuk serta ukuran dan jenisnya yang telah dianugerahkan kepadamu yang manakah yang kamu dustakan?

5. Maha Suci Tuhanmu Pemilik keagungan dan kemuliaan zat dan sifat yang telah menganugerahkan nikmat yang berlimpah kepada hamba-hamba-Nya baik di dunia maupun di akhirat.Wallaahu A'lam

 

Created By - Dr. Muhamad Afif, M.A

Read More

ACARA MUNGGAHAN MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN ( Tradisi Kearifan Lokal Pada Masyarakat Sunda)

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024NgoPi Tidak ada komentar


Seorang filsuf logika modern dan sekaligus pembawa wawasan baru yang memicu lahirnya perkembangan revolusioner dalam ilmu logika, Friedrich Ludwig Gottlob Frege (  1848-1925 ), mengatakan, bahwa  "kebenaran itu sangat fundamental (dasar, esensial) sehingga tidak bisa didefinisikan".

Andai kebenaran tidak bisa didefinisikan, sedang definisi merupakan titik awal untuk membedah postur kebenaran, berarti kebenaran sama dengan tidak ada. Supaya ada dan harus diusahakan ada, maka saya mencoba mendefinisikan kebenaran adalah sesuatu yang versi kaidah kefitrian manusia ketika ia dieksekusi pada tataran riil di lapangan membawa nilai manfaat dan tidak berseberangan dengan realita yang ada.

Kebenaran yang dimaksud tentu bersifat filosofistik.  Namun tetap dilegalisir adanya. Misalnya dalam diskursus pemikiran Hukum Islam dikenal terminologi " 'Uruf",  yakni sebuah adat kebiasaan positif yang dilestarikan oleh masyarakat secara turun temurun.

Dalam konteks realita kaitannya dengan kedatangan bulan suci Ramadhan, pada masyarakat Sunda  khususnya, kita mengenal tradisi " Munggahan ". Itu sudah berlangsung lama secara turun temurun. Berasal dari kata " unggah", yang berarti "naik", maka secara gramatikal absah untuk dimaknai, bahwa "Munggahan" adalah sebuah tradisi yang diadakan menjelang kedatangan bulan Ramadhan, dengan agenda acara khas ( antara lain ), makan bersama ( botraman/bancakan) antar keluarga dan sahabat, saling memaafkan, berkunjung ke keluarga yang lebih tua ( dipandang terhormat), ziarah ke kuburan keluarga dan lain sebagainya.

Semua itu di maksudkan, sebagai wujud ekspresi kegembiraan atas datangnya bulan suci Ramadhan, dan sekaligus pula sebagai ajang persiapan untuk meningkatkan prestasi diri menjadi insan yang bertaqwa ( Muttaqin), yang unggul, terhormat dan bermartabat, khususnya di mata Allah.

Bisa jadi, tradisi tersebut dasar filosofinya terinspirasi oleh teks berikut ini yang sudah akrab dengan telinga kaum muslim pada umumnya, yang biasa dibawakan oleh para da'i pada setiap acara pengajian menjelang bulan suci Ramadhan khususnya :

من فرح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران

"Barang siapa yang merasa gembira atas kedatangan bulan suci Ramadhan, maka Allah mengharamkan fisiknya masuk neraka".

Tidak perlu didebatkusirkan ihwal validitas teks tersebut, apa ia sahih, do''if atau maudhu' dan seterusnya. Hanya saja secara pulgar jangan dipastikan, bahwa ia meluncur dari lisan Rasul saw. Jadikan saja sebagai dasar pijakan filosofis, kaitannya dengan kearifan lokal. Karena secara universal Allah menyenangi segala kebaikan dan membenci segala kejahatan.

          والله أعلم بالصواب

 

By-Drs. H. Saepullah S, M.Ag 

Read More
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Cari Blog Ini

Postingan Populer

  • AHMAD SYAUQI : GURU SEBAGAI RASUL PENYAMBUNG LIDAH AMANAT ALLAH  ( Selamat Hari Guru Nasional Ke-29 - 25 November 1994-2023)
      Ketika sebuah kosakata, termenologi, idiom atau struktur kekataan lainnya dilingkung aneka corak makna leksikal, sesungguhnya di situ leta...
  • Prompting engineer
      Rekayasa prompt adalah teknik yang digunakan dalam sistem AI untuk memberikan instruksi secara jelas agar sistem AI dapat menghasilkan out...
  • MASUKLAH ANGGOTA KOMUNITAS AL-GHURABA !         
       Operasi budaya kaum jahili yang menyasar nyaris ke setiap sudut lekuk hidup dan kehidupan, seakan menjadi barometer untuk mengukur tingka...
  • SELAMAT HARI ANAK SEDUNIA KE-69, 20 NOVEMBER 1954-2023, ( Mari Jaga dan Lindungi Hak-Hak Anak)
     Al-Jannah, yang sudah akrab dan kental dengan sebutan "Surga", versi bahasa, arti orsinilnya adalah "gelap". Kok gelap,...
  • Layanan Repository Open Access erguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)
      Daftar Kampus yang menerapkan layanan repository open access berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di ...
  • IN MEMORIAM PROF. DR. HMA TIHAMI, MA, MM.
    Setiap kali saya membaca goresan beliau di group pensiunan (FSPB/STAIN/IAIN/UIN BANTEN), selalu membuat saya tertawa. Betapa tidak, setiap d...
  • Apa Itu AI (Artificial Intelligence)
       AI atau kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merujuk pada kemampuan mesin atau komputer untuk meniru kecerdasan manusia dalam mela...
  • Percikan Pikiran Di Tengah Percikan Petasan
      Percikan Pikiran Di Tengah Percikan Petasan  "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun...
  • Bantuan Dalam Penulisan Artikel bisa gunakan AI
      untuk membuat sitasi online   https://scite.ai/ Paraphraser helps you write better, faster, and smarter. Our rewording tool is...
  • SELAMAT ULANG TAHUN MUHAMMADIYAH KE-111 (  Sebuah Refleki Pemikiran KH. Ahmad Dahlan)
    Bicara "kebenaran" versi definitif,  sesungguhnya marak digelar para ahli di pasar akademis. Namun secara subtansial, menepi  pada...

Kunjungan

Flag Counter

Total Pengunjung

Categories

  • Informasi (5)
  • KasiH (68)
  • NgoPi (68)

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  September (2)
      • KENAPA ANDA MENGATAKAN, "MUDAH-MUDAHAN ALMARHUM ( ...
      • IN MEMORIAM PROF. DR. HMA TIHAMI, MA, MM.
  • ►  2024 (113)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (47)
    • ►  April (22)
    • ►  Maret (29)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2023 (32)
    • ►  Desember (32)

Copyright © Blog Ilmiah Digital Dosen | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Free Blogger Templates