Blog Ilmiah Digital Dosen

Menu
  • Home
  • NgoPi
  • Kasih
  • Informasi
  • Download
    • Hadist
    • Tafsir
    • e-book
  • Kampus
  • Etc
Tampilkan postingan dengan label KasiH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KasiH. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2024

QS. Al-Jumu'ah 62: 7-8.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 27, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Jumu'ah 62: 7-8.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهٗۤ اَبَدًا بِۢمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢا لظّٰلِمِيْنَ
"Dan mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim."

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِ نَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَا لشَّهَا دَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
"Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.""

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Mereka sampai kapanpun tidak akan pernah berani memanjatkan permohonan kepada Allah agar menyegerakan kematian diri mereka karena mereka menyadari bahwa mereka memiliki banyak dosa yang disebabkan oleh kejahatan dan kemaksiatan yang dilakukan oleh tangan mereka sendiri yang akan dibalas Allah dengan siksa yang pedih sehingga pengakuan mereka sebagai kekasih Allah hanyalah kebohongan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim beserta kedurhakaan dan kemaksiatan yang mereka lakukan terhadap Allah dan Rasul-Nya dimana kezaliman mereka itu akan dibalas dengan siksa yang pedih.

2. Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu hindari sehingga kamu tidak mau melakukan mubahalah agar Allah menyegerakan kematianmu jika kamu berdusta tentang pengakuanmu sebagai kekasih Allah, maut jika sudah datang waktunya akan mendapati kamu dimanapun kamu berlari dan bersembunyi, kemudian setelah kamu dijemput maut maka kamu akan dibangkitkan dan dikumpulkan di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatanmu. Allah Yang Maha Mengetahui akan membalas semua amal perbuatanmu dengan sempurna sehingga tidak akan satu perbuatan sebesar biji atom pun yang luput dari pengetahuan-Nya, karena yang gaib maupun yang nyata semuanya berada dalam pengawasan-Nya serta dicatat dengan rapih di dalam Kitab catatatan amal, kemudian Dia beritahukan kepadamu semua amal perbuatan yang telah kamu kerjakan.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A    

Read More

QS. Al-Jumu'ah 62: 5-6.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 27, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Jumu'ah 62: 5-6.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰٮةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَا رِ يَحْمِلُ اَسْفَا رًا ۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
"Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

قُلْ يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ هَا دُوْۤا اِنْ زَعَمْتُمْ اَنَّكُمْ اَوْلِيَآءُ لِلّٰهِ مِنْ دُوْنِ النَّا سِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar.""

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Perumpamaan orang-orang Yahudi yang mengingkari kenabian Nabi Muhammad beserta syariat yang dibawanya yang diutus kepada umat manusia padahal mereka telah dianugerahi kitab Taurat yang jika mereka baca dan pahami isinya ada kewajiban mereka untuk mengamalkan seluruh isinya termasuk keterangan tentang kedatangan nabi Muhammad serta penjelasan tentang sifat-sifat yang ada pada dirinya, akan tetapi mereka mengabaikan dan membelakangi isi kitab Taurat itu dan tidak mau mengamalkan isi kitab Taurat itu termasuk tentang kenabian Nabi Muhammad beserta syariat Islam yang seharusnya mereka imani tetapi mereka malah mengingkarinya, seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal di punggungnya tetapi tidak mengerti dan memahami isinya apalagi untuk mengamalkannya. Sangat buruk sikap kaum yang perumpamannya seperti keledai yang tidak memahami kitab yang dibawanya karena mengingkari ayat-ayat Allah yang telah disampaikan oleh lisan Nabi yang Allah utus kepada mereka dengan sangat jelas dan tegas. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang menzalimi dirinya sendiri yang karena didorong oleh kedengkian dan kesombongannya telah membuat hati mereka terkunci sehingga sulit menerima oleh kebenaran.

2. Katakanlah Muhammad, wahai orang-orang Yahudi, jika kamu menganggap hanya kamu sajalah kekasih Allah sehingga sehingga kemuliaan dan keutamaan sebagai karunia Allah hanya dianugerahkan kepada kamu termasuk karunia kenabian dan wahyu bukan kepada kaum yang lain, maka jika kamu benar-benar yakin atas klaim sepihak kamu itu sebagai kebenaran yang datang dari sisi Allah, maka mintalah kepada Allah agar disegerakan kematianmu jika kamu termasuk orang yang jujur dan benar atas pengakuanmu sebagai kekasih Allah.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A    

Read More

QS. Al-Jumu'ah 62: 2-4.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 27, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Jumu'ah 62: 2-4.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُ مِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَا لْحِكْمَةَ وَاِ نْ كَا نُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ 
"Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata,"

وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْ ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
"dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana,"

ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
"demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Allah yang mengutus seorang Rasul dengan membawa Kitab Suci Alquran kepada kaum yang buta huruf yang sejatinya keberadaannya merupakan salah seorang dari kaum tersebut, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Alqur’an yang mengandung rahmat dan petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus yang dapat mengobati serta menyembuhkan jiwa mereka dari segala kesesatan dan penyakit hati serta dapat membina dan membangun kehidupan sosial, politik, dan ekonomi mereka yang berkeadilan dan makmur, yang berupaya membersihkan jiwa mereka dari kekafiran dan kemusyrikan serta kemunafikan, serta megajarkan kepada mereka ketentuan serta ketetapan Syari’at Islam yang menyangkut perkara Aqidah, Akhlak, Ibadah, muamalah dan lain sebagainya serta tentang keutamaan-keutamaan hidup dalam sunnah Nabi. Yang demikian itu dikarenakan kaum Musyrik Mekkah dan Bani Israil (kaum Yahudi dan Nasrani) pada mulanya mengikuti agama tauhid Nabi Ibrahim tetapi kemudian seiring berjalannya waktu mereka mengadakan perubahan dan penyimpangan dari agama tauhid sehingga mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata maka Allah utus Nabi Muhammad kepada mereka sebagai penutup para nabi dengan membawa syariat Islam agar dengannya dia mengembalikan kepada agama tauhid.

2. Dan juga kepada kaum lain selain dari bangsa Arab seperti bangsa Persia, Rumawi dan bangsa lainnya yang belum pernah berjumpa dan berhubungan dengan Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dialah Yang Maha Perkasa yang kekuasaan-Nya meliputi kerajaan langit dan bumi yang tidak ada sesuatupun yang menandingi kekusaan-Nya sehingga apa pun yang dikehendaki-Nya pasti terwujud dan Maha Bijaksana sehingga segala ketetapan, ketentuan serta perbuatan-Nya selalu mengandung kemaslahatan bagi makhluk.

3. Dianugerahkannya tugas kenabian serta kitab suci Alquran kepada Nabi Muhammad adalah karunia Allah yang sangat besar, karunia yang hanya diberikan kepada orang-orang terpilih dan tertentu yang dikehedaki-Nya dari para hamba-Nya. Sesungguhnya Allah memiliki karunia yang besar yang tidak akan pernah berkurang dan habis seberapapun banyak dan seringnya karunia itu Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki untuk menerima karunia-Nya.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A    

Read More

Minggu, 26 Mei 2024

QS. Al-Jumu'ah 62: 1.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 26, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Jumu'ah 62: 1.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ
"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maha Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi baik makhluk yang bernyawa maupun yang tidak, baik yang tampak maupun yang gaib, senantiasa bertasbih kepada Allah sebagai bentuk pengagungannya atas kebesaran dan kemuliaan Allah yang kekuasaannya nampak pada setipa sudut langit dan bumi bagi yang memperhatikan dengan hati yang bersih dan lurus. Dialah Raja penguasa kerajaan langit dan bumi yang memiliki kekuasaan dan kekuatan untuk menetapkan dan menentukan segala hal sebagai suatu perintah atau sebagai suatu larangan, memiliki kesanggupan untuk mengangkat dan merendahkan atau memuliakan atau menghinakan, dimana kekuasaannya itu bersifat mutlak sehingga tidak ada yang dapat menahan, menentang atau menolak.

2. Yang Suci dari segala kekurangan, kehinaan, kekotoran, dan segala sesuatu yang tidak sepantasnya melekat pada-Nya, dan juga suci dari segala sifat kesempurnaan yang dipandang makhluk, karena Dia hahikatnya tidaklah seperti apa yang disangkakan makhluk terhadap-Nya. Yang Maha Perkasa di atas segalanya, sehingga Allah berada di atas seluruh makhluk-makhluk-Nya karenanya tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya dan tidak mungkin Dia terkalahkan oleh siapapun. Kekuatan Allah tidak ada yang menyamai, tidak ada pula yang dapat membendung kekuatan-Nya, dan juga tidak dapat diraih kedudukan-Nya disebabkan keperkasaan dan kekuatan mutlak yang disandang-Nya tersebut. Yang Maha Bijaksana sehingga mengetahui yang paling utama dari segala sesuatu, baik pengetahuan, maupun perbuatan, sehingga ketetapan, ketentuan serta perbuatan-Nya selalu mendatangkan kemaslahatan dan kemudahan bagi makhluk. Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A   

Read More

QS. Al-Jumu'ah 62: 2-4.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 26, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Jumu'ah 62: 2-4.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُ مِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَا لْحِكْمَةَ وَاِ نْ كَا نُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ 
"Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata,"

وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْ ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
"dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana,"

ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
"demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Allah yang mengutus seorang Rasul dengan membawa Kitab Suci Alquran kepada kaum yang buta huruf yang sejatinya keberadaannya merupakan salah seorang dari kaum tersebut, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Alqur’an yang mengandung rahmat dan petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus yang dapat mengobati serta menyembuhkan jiwa mereka dari segala kesesatan dan penyakit hati serta dapat membina dan membangun kehidupan sosial, politik, dan ekonomi mereka yang berkeadilan dan makmur, yang berupaya membersihkan jiwa mereka dari kekafiran dan kemusyrikan serta kemunafikan, serta megajarkan kepada mereka ketentuan serta ketetapan Syari’at Islam yang menyangkut perkara Aqidah, Akhlak, Ibadah, muamalah dan lain sebagainya serta tentang keutamaan-keutamaan hidup dalam sunnah Nabi. Yang demikian itu dikarenakan kaum Musyrik Mekkah dan Bani Israil (kaum Yahudi dan Nasrani) pada mulanya mengikuti agama tauhid Nabi Ibrahim tetapi kemudian seiring berjalannya waktu mereka mengadakan perubahan dan penyimpangan dari agama tauhid sehingga mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata maka Allah utus Nabi Muhammad kepada mereka sebagai penutup para nabi dengan membawa syariat Islam agar dengannya dia mengembalikan kepada agama tauhid.

2. Dan juga kepada kaum lain selain dari bangsa Arab seperti bangsa Persia, Rumawi dan bangsa lainnya yang belum pernah berjumpa dan berhubungan dengan Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dialah Yang Maha Perkasa yang kekuasaan-Nya meliputi kerajaan langit dan bumi yang tidak ada sesuatupun yang menandingi kekusaan-Nya sehingga apa pun yang dikehendaki-Nya pasti terwujud dan Maha Bijaksana sehingga segala ketetapan, ketentuan serta perbuatan-Nya selalu mengandung kemaslahatan bagi makhluk.

3. Dianugerahkannya tugas kenabian serta kitab suci Alquran kepada Nabi Muhammad adalah karunia Allah yang sangat besar, karunia yang hanya diberikan kepada orang-orang terpilih dan tertentu yang dikehedaki-Nya dari para hamba-Nya. Sesungguhnya Allah memiliki karunia yang besar yang tidak akan pernah berkurang dan habis seberapapun banyak dan seringnya karunia itu Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki untuk menerima karunia-Nya.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A   

Read More

QS. As-Shaff 61: 12-14.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 26, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. As-Shaff 61: 12-14.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ 
"niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam Surga 'Adn. Itulah kemenangan yang agung,"

وَاُ خْرٰى تُحِبُّوْنَهَا ۗ نَصْرٌ مِّنَ اللّٰهِ وَفَـتْحٌ قَرِيْبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
"dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin."

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْۤا اَنْصَا رَ اللّٰهِ كَمَا قَا لَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوٰا رِيّٖنَ مَنْ اَنْصَا رِيْۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ قَا لَ الْحَـوٰرِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَا رُ اللّٰهِ فَاٰ مَنَتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ وَكَفَرَتْ طَّآئِفَةٌ ۚ فَاَ يَّدْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلٰى عَدُوِّهِمْ فَاَ صْبَحُوْا ظٰهِرِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah," lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Apabila kamu menjalankan perniagaan itu yakni beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah, maka pasti Allah ampuni dosa-dosamu yang kamu perbuat di masa lalu baik yang sengaja dilakukan maupun yang tidak sengaja dan memasukkanmu ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai yang airnya jernih dan segar serta menempatkanmu di dalam surga ‘Adn yang di dalamnya tersedia tempat-tempat tinggal yang baik dan bagus untuk ditinggali. Apa yang disediakan Allah bagi orang yang beriman dan berjihad di jalan Allah itu adalah kemenangan yang sangat besar.

2. Dan keuntungan lain yang akan diraih oleh orang yang beriman dan berjihad di jalan Allah selain dari ampunan Allah atas dosa-dosa dan ditempatkan di dalam surga dengan tempat tinggal yang baik yang kamu pasti menyukainya yang akan kamu nikmati nanti di akhirat adalah karunia dari Allah yang akan kamu dapatkan di dunia berupa datangnya pertolongan dari Allah dalam menghadapi kekejaman dan kejahatan orang-orang kafir dan kemenangan yang akan kamu raih dari orang-orang kafir yang waktu terjadinya sangat dekat. Dan sampaikanlah berita gembira ini kepada orang-orang mukmin agar mereka yakin dan bersemangat dalam membela agama Allah serta berjihad menghadapi orang-orang kafir yang tidak senang agamamu menundukkan dunia.

3. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong agama Allah yang berjuang untuk tegaknya agama Allah di muka bumi serta tinggi menjulangnya kalimat tauhid mengungguli agama dan keyakian yang lain seperti yang ditunjukkan oleh pengikut setia Nabi ‘Isa putra Maryam yang ketika mereka ditanya oleh Nabi ‘Isa putra Maryam tentang siapa diantara mereka yang siap menjadi para penolong agama Allah maka mereka dengan lantang menjawab, kami siap menjadi penolong-penolong agama Allah dengan segala kemampuan harta dan jiwa. Diutusnya Nabi ‘Isa kepada Bani Israil oleh Allah diterima secara berbeda oleh kaum Bani Israil dimana segolongan dari Bani Israil beriman kepadanya dan segolongan yang lain kafir kepadanya, kemudian Kami beri kekuatan kepada orang-orang yang beriman kepada kenabian ‘Isa putra Maryam untuk menghadapi orang-orang kafir sehingga mereka mengalahkan perlawanan orang-orang kafir dan mereka pun menjadi golongan yang meraih kemenangan dengan pertolongan dan seizin Allah. Wallaahu A'lam

 

By-Drs. H. Saepullah S, M.Ag  

Read More

QS. As-Shaff 61: 10-11.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 26, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. As-Shaff 61: 10-11.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَا رَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَا بٍ اَلِيْمٍ
"Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?"

تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ ۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 
"(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui,"

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Wahai orang-orang yang beriman, maukah Aku tunjukkan kepadamu suatu perdagangan yang sangat menguntungkan kamu baik di dunia dan di akhirat karena keuntungan yang kamu dapatkan dari perdagangan itu adalah selamatnya kamu dari siksa Allah yang pedih?

2. Perniagaan yang menguntungkan kamu yang keuntungannya tidak dapat diukur dengan kekayaan sebanyak apa pun bahkan dengan kekayaan sebanyak isi bumi karena sebanyak apa pun kekayaan yang dimiliki tidak akan dapat menyelamatkan kamu dari siksa api neraka, yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keyakinan yang bulat serta mentaatinya dengan penuh kepatuhan dan ketundukan sehingga apa pun yang diperintahkannya yang keluar dari mulutnya kami mendengar dan kami taati dan berjihad di jalan Allah dengan mengorbankan harta dan jiwanya untuk kemenangan dan kejayaan agama Allah. Keimanan dan pergi berjihad di jalan Allah itu yang lebih baik dan lebih utama dari semua bentuk perniagaan dan keuntungannya lebih bernilai dan berharga dari apa pun juga yang ada di dunia baik itu harta kekayaan, jabatan dan kedudukan atau anak keturunan jika kamu mengetahu sifat dan keadaan kehidupan dunia yang fana dan kehidupan akhirat yang kekal.Wallaahu A'lam

 

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A   

Read More

QS. As-Shaff 61: 8-9.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 26, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. As-Shaff 61: 8-9.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـئُـوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَا للّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya."

هُوَ الَّذِيْۤ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِا لْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Orang-orang kafir baik dari kalangan musyrik Mekkah, kaum Yahudi, kaum Nasrani atau kaum yang lain yang mengatakan dengan lisannya perkataan yang menghina dan merendahkan serta menyebarkan kebohongan dan fitnah terhadap Allah dan Rasulullah serta Alquran bermaksud ingin memadamkan cahaya agama Allah, tetapi Allah terus mengobarkan cahaya agama-Nya sehingga menerangi semesta serta menyempurnakan kebenaran Alquran sebagai Kitab Suci yang diturunkan dari sisi-Nya sebagai petunjuk dan pedoman hidup umat manusia di permukaan bumi sekalipun orang-orang kafir tidak menyenanginya.

2. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Alquran sebagai petunjuk dan pedoman hidup yang mudah dipelajari dan dipahami serta mudah diterapkan di segala tempat dan waktu agar dimenangkan-Nya agama Islam dari segala agama yang dianut manusia di muka bumi sekalipun orang-orang musyrik membencinya.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A   

Read More

QS. As-Shaff 61: 6-7.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 26, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. As-Shaff 61: 6-7.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَمُبَشِّرًا بِۢرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗۤ اَحْمَدُ ۗ فَلَمَّا جَآءَهُمْ بِا لْبَيِّنٰتِ قَا لُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
"Dan (ingatlah) ketika 'Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata.""

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعٰۤى اِلَى الْاِ سْلَا مِ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Ingatkanlah kaummu tentang Isa putra Maryam ketika dia berkata kepada kaumnya Bani Israil, wahai Bani Israil, sesungguhnya aku ini seorang Rasul yang diutus Allah kepadamu dengan membawa Kitab Injil yang berasal dari sisi-Nya yang membenarkan Kitab yang diturunkan kepada Rasul sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira tentang kedatangan seorang Rasul yang akan datang setelahku yang bernama Ahmad (Muhammad). Tetapi ketika Rasul yang bernama Muhammad itu datang membawa Kitab Suci Alquran kepada mereka sambil membawa bukti-bukti yang nyata tentang kebenaran kerasulannya, mereka malah mengatakan kepada Alquran yang dibawa Nabi Muhammad, ini adalah sihir yang nyata.

2. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-ngadakan kebohongan terhadap Allah dengan mengatakan Allah memiliki sekutu, Alquran wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dikatakan sebagai sihir serta menutup-nutupi berita tentang kedatangan Nabi Muhammad yang akan datang setelah Nabi Isa yang tertulis di dalam Kitab sucinya padahal Nabi Muhammad telah mengajak mereka kepada agama Islam yang menyuruh kepada akidah tauhid sebagai dasar agama samawi yang dibawa oleh para nabi Allah? Dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A   

Read More

QS. As-Shaff 61: 4-5.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 26, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. As-Shaff 61: 4-5.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَ نَّهُمْ بُنْيَا نٌ مَّرْصُوْصٌ
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."

وَاِ ذْ قَا لَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ لِمَ تُؤْذُوْنَنِيْ وَقَدْ تَّعْلَمُوْنَ اَنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ ۗ فَلَمَّا زَا غُوْۤا اَزَا غَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?" Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang pergi ke medan peperangan untuk membela agama Allah dalam suatu barisan yang teratur, rapi dan tertib sehingga tidak dijumpai celah dan ruang diantara mereka seakan-akan mereka seperti bangunan kuat dan kokoh karena satu bagian dengan bagian lainnya saling terikat dan terkait sehingga saling menopang dan mengokohkan.

2. Untuk menghibur hati Rasulullah dalam menghadapi pendustaan serta kejahatan kaumnya terhadap seruannya termasuk sikap kaumnya yang hanya pandai berkata-kata untuk menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya tetapi kata-katanya itu tidak satu pun yang dilakukan termasuk tidak melakukan perintah Allah tentang jihad sekalipun ketika dalam keadaan tidak perang mereka selalu mengatakan akan ikut berperang bersama Rasul dan kaum mukmin menghadapi orang-orang kafir, maka Allah kisahkan tentang kesulitan dan penderitaan yang dialami Nabi Musa Nabi dalam menyeru kaumnya.

3. Ingatkanlah kaummu tentang kisah Nabi Musa dalam menghadapi pendustaan dan kedurhakaan kaumnya ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya, wahai kaumku, mengapa kamu menyakiti hatiku dengan sikap durhaka dan pembangkanganmu terhadap perintahku agar mengerjakan apa yang Tuhanmu perintah kepadamu seperti perintah berperang menghadapi orang-orang kafir padahal kamu tahu bahwa aku ini adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepadamu? Maka ketika mereka menyimpang dari kebenaran padahal mereka tahu itu adalah kebenaran tetapi dibelakanginya kebenaran itu karena mengikuti dorongan hawa nafsunya, maka Allah palingkan hati mereka yang membuat mereka tidak dapat kembali kepada kebenaran. Dan Allah tidak akan memberikan petunjuk yang mengantarkan kepada kebenaran kepada orang-orang yang hatinya condong kepada kesesatan sekalipun mereka mengetahui kebenaran yang dibawa oleh utusan Allah.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A   

Read More

Rabu, 15 Mei 2024

QS. Al-Mumtahanah 60: 8-9.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Mumtahanah 60: 8-9.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَا تِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَا رِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَ تُقْسِطُوْۤا اِلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil."

اِنَّمَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَا تَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَ خْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَا رِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰۤى اِخْرَا جِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang yang zalim."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Allah tidak melarang kamu berbuat baik kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi kamu karena keyakinan dan agamamu dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu atau tidak membantu kaum lain yang memerangimu dan mengusirmu dari kampung halamanmu baik kaum kafir yang terikat perjanjian damai denganmu maupun yang tidak terikat perjanjian damai denganmu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil sehingga dengan sikap adilnya ditegakkan dan dibelanya kebenaran di tengah-tengah umat manusia.

2. Tetapi yang Allah larang darimu hanyalah menjadikan orang-orang kafir yang memerangimu karena keyakinan dan agamamu dan yang mengusir kamu dari kampung halamanmu serta orang-orang yang membantu mereka yang memerangi dan mengusirmu dari kampung halamanmu. Barangsiapa menjadikan orang-orang yang memerangimu karena agamamu dan yang mengusirmu atau yang membantu memerangimu serta mengusirmu dari kampung halamanmu sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim yang telah menjadikan perintah hawa nafsunya lebih diikutinya daripada peintah Allah. Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More

QS. Al-Mumtahanah 60: 7.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Mumtahanah 60: 7.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ عَا دَيْتُمْ مِّنْهُمْ مَّوَدَّةً    ۗ وَا للّٰهُ قَدِيْرٌ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Setelah melarang kaum mukmin berteman baik dengan orang-orang kafir yang bisa mengakibatkan membocorkan rahasia tentang Nabi Muhammad akibat rasa kasih sayang yang terbangun antara dirinya dengan mereka dan juga ditunjukkan sikap yang harus ditunjukkan dan ditempuh terhadap orang-orang kafir sebagai mana keteladanan yang ditampilkan oleh Nabi Ibrahim dan kaumnya yang berlepas diri dari orang-orang kafir walaupun orang kafir itu bapaknya sendiri, maka untuk mengurangi beban kaum mukmin yang diperintahkan agar melepaskan diri dari orang-orang kafir walaupun mereka itu orang tua dan kerabat dekat Allah memberikan harapan akan datangnya suatu keadaan dimana Allah akan menghadirkan kembali rasa kasih sayang yang terputus diantara kaum mukmin dengan orang-orang kafir yang saling bermusuhan karena adanya perbedaan keyakinan.

2. Semoga Allah menghadirkan rasa kasih sayang diantara kamu dengan orang-orang kafir yang telah mengusirmu dari kampung halaman serta memerangimu karena agamamu sehingga diantara kamu dan mereka saling bermusuhan. Seungguhnya Allah Maha Kuasa sehingga mudah bagi-Nya untuk merubah permusuhan menjadi perdamaian dan kebencian menjadi kasih sayang sehingga hati yang tadinya dikuasai oleh permusuhan berganti menjadi hati yang dipenuhi oleh kasih sayang. Dia juga Maha Pengampun terhadap orang-orang yang mengganti kekafiran yang ada di dalam hatinya dengan keimanan dan mendesak keluar permusuhan dari hati dan memasukkan kasih sayang ke dalam hati dan setelah itu bertobat kepada Allah atas segala dosa-dosanya karena Dia Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More

QS. Al-Mumtahanah 60: 5-6

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Mumtahanah 60: 5-6.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَا غْفِرْ لَـنَا رَبَّنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.""

لَقَدْ كَا نَ لَـكُمْ فِيْهِمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّ فَاِ نَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
"Sungguh, pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari Kemudian, dan barang siapa berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Kaya, Maha Terpuji."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau berikan kekuasaan kepada orang-orang kafir atas diri kami sehingga mereka menimpakan berbagai macam keburukan dan kesengsaraan kepada kami serta menyiksa kami atas keimanan kami kepada-Mu. Dan ampunilah segala kekurangan dan kekeliruan kami dalam beribadah kepada-Mu serta dalam menjalankan amanat kenabian yang Engkau bebankan kepada kami karena belum mampu menjalankan sesuai dengan kepantasan yang mesti didapat-Mu dari kami yang telah Engkau anugerahi kami nikmat yang sangat banyak yang tidak dapat dihitung jumlah pastinya. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa dalam mewujudkan segala kehendak dan rencana-Nya dan Yang Maha Bijaksana dalam menjalankan segala aturan dan ketentuan-Nya.

2. Sungguh pada diri Ibrahim dan pengikutnya benar-benar terdapat suri teladan yang baik bagimu dalam hal ketaatan dan kepatuhan serta kesetiaannya kepada Tuhannya sehingga menolak untuk mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan serta berlepas diri dari semua bentuk kekafiran dan bersekutu dalam kemaksiatan kepada-Nya bagi orang-orang yang mengharap pahala dari Allah dan keselamatan dari siksa-Nya di akhirat. Barangsiapa yang berpaling dari keimanan serta ketaatan dan kepatuhan kepada Allah dan  berpaling dari larangan-Nya agar tidak bersahabat dengan musuh-musuh Allah, sesungguhnya keberpalingannya dari Allah itu tidak menjadikan-Nya lemah serta tidak menjadikan-Nya hina karena Dia Maha Kaya dan Maha Terpuji.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More

QS. Al-Mumtahanah 60: 4

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Mumtahanah 60: 4.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَدْ كَا نَتْ لَـكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْۤ اِبْرٰهِيْمَ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗ ۚ اِذْ قَا لُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰٓ ؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَا لْبَغْضَآءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِا للّٰهِ وَحْدَهٗۤ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَ بِيْهِ لَاَ سْتَغْفِرَنَّ لَـكَ وَمَاۤ اَمْلِكُ لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ ۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِ لَيْكَ اَنَـبْنَا وَاِ لَيْكَ الْمَصِيْرُ
"Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja," kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, "Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu." (Ibrahim berkata), "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,"

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Setelah melarang kaum mukmin menjadikan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya sebagai teman setia dan kepercayaan kemudian Allah memberikan contoh baik yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan pengikutnya yang memutuskan untuk berlepas diri dari kaumnya yang kafir, dari sesembahannya yang selain Allah, serta mengumumkan permusuhan mereka dengan orang-orang kafir untuk selama-lamanya sampai orang-orang kafir itu beriman kepada keesaan Allah.

2. Sungguh ada keteladanan yang baik pada diri Nabi Ibrahim dan pengikutnya yang setia bersamanya ketika dengan lantang dan tidak merasa takut berkata kepada kaumnya,  sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya disebabkan adanya perbedaan pandangan dan keyakinan yang mendasar dimana kami mengesakan Allah sedangkan kamu menyekutukan Allah. Permusuhan dan kebencian kami terhadap sikap dan keyakinan kafirmu itu akan berlangsung untuk selamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja’.

3. Kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya yang mencerminkan kelembutan hati dan kasih sayangnya yang menjanjikan kepada ayahnya akan memohonkan ampunan kepada Allah baginya tetapi hanya sebatas permohonan tidak lebih dari itu karena hanya Allah yang berhak untuk mengampuni atau menyiksa hamba-hamba-Nya, sehingga apabila Allah menetapkan untuk menyiksa ayahnya maka dia tidak dapat mencegah dan menolak siksaan itu menimpanya. Dan setelah dia menunaikan janjinya dan telah jelas kekafiran ayahnya maka dia berlepas diri darinya. Saat Ibrahim dan pengikutnya berlepas diri dari kaumnya yang kafir dia berkata, ‘Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakkal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More

QS. Al-Mumtahanah 60: 2-3.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Mumtahanah 60: 2-3.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنْ يَّثْقَفُوْكُمْ يَكُوْنُوْا لَـكُمْ اَعْدَآءً وَّيَبْسُطُوْۤا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ وَاَ لْسِنَتَهُمْ بِا لسُّوْٓءِ وَوَدُّوْا لَوْ تَكْفُرُوْنَ 
"Jika mereka menangkapmu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu lalu melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka ingin agar kamu (kembali) kafir."

لَنْ تَـنْفَعَكُمْ اَرْحَا مُكُمْ وَلَاۤ اَوْلَا دُكُمْ  ۛ  يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  ۛ  يَفْصِلُ بَيْنَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
"Kaum kerabatmu dan anak-anakmu tidak akan bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Orang-orang kafir yang kamu jadikan teman setia dan kepercayaan yang kamu berikan kepanya berita rahasia tentang Nabi Muhammad disebabkan rasa kasih sayangmu kepada mereka yang dengan berita rahasia darimu itu mereka melakukan penyerangan dan penangkapan terhadapmu karena apa yang mereka inginkan telah mereka dapatkan sehingga mereka tidak lagi membutuhkan keberadaan kamu di sisinya, pasti mereka akan memperlakukanmu sebagai musuhmu sebagaimana juga mereka mememusuhi Rasul dan kaum mukmin sehingga mereka akan menyerangmu dengan tangan dan lidahnya untuk menyakitimu yang dapat melemahkan kepercayaan diri serta keyakinanmu sehingga mereka dapat mengembalikanmu kepada kekafiran sesuai dengan keinginan dan tujan mereka menjadikanmu sebagai temannya.

2. Kaum kerabatmu dan anak-anakmu yang kamu cintai yang kecintaanmu kepadanya membuatmu bersahabat baik dengan musuh-musuh Allah agar para musuh Allah itu memberikan perlindungan kepada mereka selama mereka masih tinggal bersama mereka, sesungguhnya mereka tidak bermanfaat terhadap keselamatanmu di akhirat karena Allah murka kepada orang-orang yang berteman baik dengan musuh-musuh-Nya. Dia akan memisahkan kamu dengan kaum kerabat dan anak-anakmu yang di dunia kamu cintai yang menyebabkan kamu berteman baik dengan musuh-musuh Allah dikarenakan di akhirat yang mengikat bukan ikatan darah dan kekerabatan melainkan ikatan iman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan sehingga tidak ada satu perbuatan yang telah kamu lakukan yang luput dari pengetahuan-Nya dan masing-masing dari kamu hanya akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More

QS. Al-Mumtahanah 60: 1-2.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Mumtahanah 60: 1-2.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ اَوْلِيَآءَ تُلْقُوْنَ اِلَيْهِمْ بِا لْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَآءَكُمْ مِّنَ الْحَـقِّ ۚ يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِ يَّا كُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِا للّٰهِ رَبِّكُمْ ۗ اِنْ كُنْـتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَا دًا فِيْ سَبِيْلِيْ وَ ابْتِغَآءَ مَرْضَا تِيْ تُسِرُّوْنَ اِلَيْهِمْ بِا لْمَوَدَّةِ وَاَ نَاۡ اَعْلَمُ بِمَاۤ اَخْفَيْتُمْ وَمَاۤ اَعْلَنْتُمْ ۗ وَمَنْ يَّفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ السَّبِيْلِ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Wahai orang-orang yang meyakini tauhid uluhiyah, ubuddiyah dan rububbiyah Allah dan kerasulan Nabi Muhammad serta kehidupan akhirat, janganlah kamu jadikan orang-orang kafir yang memusuhi-Ku, memusuhi Rasul-Ku dan memusuhimu sebagai teman setia dan teman kepercayaan yang disebabkan oleh kedekatanmu dengan mereka akan melahirkan rasa kasih sayang diantara kamu dengan mereka sehingga kamu akan meberitahukan tentang semua rahasia yang berkaitan dengan pribadi Rasulullah serta rencana-rencana serta langkah-langkah Rasulullah dalam menghadapi dan melawan mereka padahal berita serta informasi rahasia seperti itu tidak boleh mereka ketahui.

2. Bagaimana bisa kamu jadikan mereka sebagai teman setia dan kepercayaan padahal mereka mengingkari serta mendustakan kebenaran yang disampaikan oleh Rasul kepadamu menyangkut keesaan Allah, kerasulan Nabi Muhammad serta Alquran sebagai wahyu dari sisi Allah. Karena pengingkaran mereka kepada semua perkara tersebut maka mereka mengusir Nabi dan mengusirmu dari kampung halaman disebabkan keimananmu kepada keesaan Allah Tuhan yang telah menciptakan kamu, dan mereka tidak akan membiarkanmu hidup bebas dan tenang di kampung halamanmu sebelum kamu melepaskan keyakinan tauhid dan kembali kepada keyakinan nenek moyangmu.

3. Jika kamu telah memutuskan beriman kepada-Ku dan Rasul-Ku serta pergi berjihad di jalan-Ku melawan musuh-musuh-Ku yang mencegah serta menghalangi agama-Ku tegak di muka bumi karena mencari rida-Ku maka janganlah kamu menjadikan musuh-musuh-Ku sebagai teman setia dan kepercayaanmu, karena bagaimana mungkin kamu memerangi mereka tetapi saat yang sama kamu menjadikan mereka sebagai teman setia dan kepercayaan yang terjalin dan terikat oleh rasa kasih sayang. Karena perasaan kasih sayangmu kepada musuh-musuh-Ku dikarenakan kamu berteman baik dengan mereka maka kamu membocorkan semua rahasia tentang Nabi Muhammad padahal itu sebagai bentuk kedurhakaan serta penghiantan kepada-Ku dan Rasul-Ku. Sekalipun kamu merahasiakan pertemananmu serta pembicaraanmu saat membocorkan rahasia tentang Rasul, sesungguh Aku mengetahui apa yang kamu lakukan, karena Aku mengetahui apa yang sembunyikan di dalam hati dan apa yang kamu nyatakan dengan lisan dan perbuatanmu. Dan barangsiapa yang melakukan pertemanan serta memberitahukan rahasia tentang Rasul kepada musuh-musuh Allah dan Rasul, maka dia benar-benar telah tersesat dari jalan yang lurus. Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More

QS. Al-Hasyr 59: 23-24.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Hasyr 59: 23-24.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَـبَّا رُ الْمُتَكَبِّرُ ۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
"Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."

هُوَ اللّٰهُ الْخَـالِـقُ الْبَا رِئُ الْمُصَوِّرُ لَـهُ الْاَ سْمَآءُ الْحُسْنٰى ۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Dialah Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada tuhan selain Dia yang berhak disembah di kerajaan langit dan bumi-Nya. Dialah Maha Raja yang berkuasa mutlak atas kerajaan langit dan bumi yang memerintah atas dasar kehendak dan ilmu-Nya bukan atas keinginan dan kemauan siapa pun, Yang Maha Suci dari segala kelemahan dan kekurangan, Yang Maha Sejahtera yang membagikan keselamatan dan kesejahteraan kepada seluruh makhluk-Nya, Yang Menjaga Keamanan setiap makhluk dari segala ketakutan dan kekhawatiran, Yang Menjaga Keselamatan setiap makhluk dari keburukan, Yang Maha Perkasa yang keperkasaan-Nya tidak mampu ditandingi siapa pun, Yang Maha Kuasa yang kekuasaan-Nya tidak dapat dikalahkan dan dihentikan oleh siapa pun, Yang Maha Besar yang kebesarannya menjadikan wujud lainnya nampak rendah, Maha Suci Allah dari segala bentuk penyekutuan dan penyerupaan zat, wujud dan sifat-Nya dengan makhluk-makhluk-Nya.

2. Dialah Allah Yang Menciptakan segala sesuatu menurut kehendak dan ilmu-Nya, Yang Mengadakan dan Mewujudkan seluruh makhluk ciptaan-Nya ke alam wujud dari ketiadaan dan tanpa contoh, Yang Membentuk setiap makhluk ciptaan-Nya dalam bentuknya masing-masing sesuai dengan yang ditetapkan-Nya, Dialah yang memiliki nama-nama yang indah yang keindahan nama-Nya lahir dari zat-Nya sendiri sehingga tidak butuh kepada pujian siapa pun. Apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya sebagai bantuk pengagungan atas kebesaran dan keagungan zat-Nya. Dialah Tuhan Yang Maha Perkasa yang keperkasaan-Nya tidak dapat ditaklukkan dan ditundukkan oleh siapa pun dan Maha Bijaksana yang segala perbuatan penciptaan-Nya berdasarkan ilmu dan kebijaksanaan-Nya.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More

QS. Al-Hasyr 59: 21-22.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Hasyr 59: 21-22.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰ نَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَ يْتَهٗ خَا شِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗ وَتِلْكَ الْاَ مْثَا لُ نَضْرِبُهَا لِلنَّا سِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir."

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ عٰلِمُ الْغَيْبِ وَا لشَّهَا دَةِ ۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
"Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Setelah menjelaskan perbedaan antara para penghuni surga dan para penghuni nereka dimana para penghuni surga itulah orang yang meraih kemenangan yang besar, maka Allah jelaskan Alquran sebagai Kitab Suci yang mulia dan agung yang akan membawa kepada keselamatan serta akan menghadirkan kemenangan di dunia dan di akhirat bagi setiap orang yang mengimani serta menjalankan kandungannya, yang jika saja Alquran yang mulia dan agung yang isinya sangat besar dan dahsyat serta daya tarik dan daya pengaruhnya yang mengguncangkan ini diturunkan kepada gunung maka gunung itu pasti akan tunduk dihadapan kekuasaan Allah serta akan hancur terpecah belah karena dahsyatnya kekuatan kalam Allah itu yang membuat siapa pun akan merasakan takut kepada kekuasaan Allah. Sesungguhnya perumpamaan-permupamaan yang seperti ini yang banyak dikemukakan di dalam Alquran Kami buat sebagai pelajaran dan peringatan bagi orang-orang yang menggunakan akalnya untuk memahaminya.

2. Dialah Allah Tuhan semesta alam yang tidak ada tuhan selain Dia yang berhak disembah oleh seluruh makhluk yang ada di alam semesta tidak ada sekutu bagi-Nya baik dalam penciptaan, pemeliharaan maupun dalam penyembahan. Dia mengetahui segala wujud yang ada di alam semesta ini baik itu wujud yang gaib maupun wujud yang nyata. Dialah Tuhan Yang Maha Pengasih yang rahmat-Nya terlimpah kepada seluruh makhluk-Nya yang ada di alam dunia dan Yang Maha Penyayang yang kasih sayang-Nya tercurah di akhirat hanya kepada orang-orang beriman yang dikehendaki-Nya.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More

QS. Al-Hasyr 59: 18-20.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar

 


🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Hasyr 59: 18-20.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

وَلَا تَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَ نْسٰٮهُمْ اَنْفُسَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."

لَا يَسْتَوِيْۤ اَصْحٰبُ النَّا رِ وَاَ صْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۗ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ
"Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta kepada kehidupan akhirat! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa yang ditandai dengan hadirnya perasaan takut kepada murka-Nya dan mengharapkan ridha-Nya yang melahirkan sikap tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan-Nya. Hendaklah kalian perhatikan apa yang telah kalian perbuat untuk kehidupanmu di akhirat agar saat kalian dikumpulkan pada hari penghisaban dan pembalasan kalian membawa banyak amal kebaikan yang dapat membawamu kepada rahmat dan ampunan Allah sehingga kalian selamat dari siksa api neraka, karenanya takutlah kepada murka Allah agar kamu taat menjalankan seluruh perintah-Nya dan meninggalkan seluruh larangan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi bahkan Allah mengetahui apa yang tersimpan di dalam hatimu yang semunya itu akan mendapatkan balasan dari-Nya di akhirat.

2. Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa dan lalai dalam mengingat Allah yang membuatmu melakukan kemaksiatan dan kedurhakaan kepada-Nya sehingga akibat kamu lupa mengingatnya dan melakukan kedurhakaan dan kemaksiatan kepada-Nya maka Allah menjadikan kamu lupa kepada dirinya sendiri sehingga dia tidak sempat melakukan amal kebaikan sebagai bekalnya di akhirat yang dapat menyelamatkannya dari siksa api neraka. Mereka itulah orang-orang fasik yang hatinya condong kepada kesesatan daripada kepada ketaatan.

3. Tidaklah sama para penghuni neraka yang terdiri dari orang-orang yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya serta banyak melakukan kemaksiatan dan kedurhakaan dengan para penghuni surga yang terdiri dari orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta banyak melakukan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dan banyak melakukan amal kebaikan, karenanya maka para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan karena meraih rahmat dan ridha Allah. Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More

QS. Al-Hasyr 59: 15-17.

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMei 15, 2024KasiH Tidak ada komentar


 🌷 K A S I H
( Kajian Ayat Suci Alquran Harian)

QS. Al-Hasyr 59: 15-17.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كَمَثَلِ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَرِيْبًا ذَا قُوْا وَبَا لَ اَمْرِهِمْ ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ 
"(Mereka) seperti orang-orang yang sebelum mereka (Yahudi) belum lama berselang, telah merasakan akibat buruk (terusir) disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka akan mendapat azab yang pedih."

كَمَثَلِ الشَّيْطٰنِ اِذْ قَا لَ لِلْاِ نْسَا نِ اكْفُرْ ۚ فَلَمَّا كَفَرَ قَا لَ اِنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّنْكَ اِنِّيْۤ اَخَا فُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ
"(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu!" Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.""

فَكَا نَ عَا قِبَتَهُمَاۤ اَنَّهُمَا فِى النَّا رِ خَا لِدَيْنِ فِيْهَا ۗ وَذٰلِكَ جَزٰٓ ؤُا الظّٰلِمِيْنَ
"Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang zalim."

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas:

1. Sikap dan perbuatan khianat kaum kafir Bani Nadhir terhadap kesepakatan dan perjanjian damai dengan Rasulullah sama seperti sikap dan perbuatan kaum kafir Bani Qainuqa’ yang terjadi sebelumnya, sehingga mereka ditimpa oleh keburukan dan kehinaan dengan terusir dari negeri mereka sebagai balasan atas sikap dan perbuatan durhaka  mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan kelak di akhirat mereka akan mendapatkan azab yang pedih di dalam nereka.

2. Bujuk rayu serta hasutan dan janji-janji manis yang dikatakan kaum munafik kepada kaum kafir Bani Nadhir agar menentang dan melawan Rasul dan kaum mukmin yang katanya akan tetap bersama serta mendukungnya dalam keadaan apa pun dan akan membantu dengan harta dan jiwanya dalam memerangi Rasul dan kaum  mukmin itu seperti bujuk rayu serta hasutan dan janji-janji manis yang dikatakan setan ketika dia membisiki hati manusia, bahwa dia (setan) akan selalu mendampingi serta memberikan pertolongan kapanpun juga jika membutuhkan pertolongannya jika manusia kafir kepada Allah, tetapi ketika manusia telah kafir kepada Allah maka setan dengan seenaknya berkata kepada manusia yang telah disesatkannya, sesungguhnya aku berlepas dari kekafiranmu kepada Allah karena aku benar-benar sangat takut dengan siksa Allah karena Dia Tuhan semesta alam yang berkuasa mutlak atas seluruh makhluk.

3. Maka kesudahan bagi keduanya, yakni orang-orang munafik dan orang-orang kafir kaum Bani Nadhir, yang telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya adalah dimasukkan ke dalam api neraka dimana mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan yang setimpal bagi orang-orang yang berbuat zalim kepada dirinya sendiri karena telah berlaku khianat kepada Allah dan Rasul-Nya.Wallaahu A'lam

 

By - Dr. Muhamad Afif, M.A  

Read More
Postingan Lama Beranda

Cari Blog Ini

Postingan Populer

  • AHMAD SYAUQI : GURU SEBAGAI RASUL PENYAMBUNG LIDAH AMANAT ALLAH  ( Selamat Hari Guru Nasional Ke-29 - 25 November 1994-2023)
      Ketika sebuah kosakata, termenologi, idiom atau struktur kekataan lainnya dilingkung aneka corak makna leksikal, sesungguhnya di situ leta...
  • SELAMAT HARI ANAK SEDUNIA KE-69, 20 NOVEMBER 1954-2023, ( Mari Jaga dan Lindungi Hak-Hak Anak)
     Al-Jannah, yang sudah akrab dan kental dengan sebutan "Surga", versi bahasa, arti orsinilnya adalah "gelap". Kok gelap,...
  • IN MEMORIAM PROF. DR. HMA TIHAMI, MA, MM.
    Setiap kali saya membaca goresan beliau di group pensiunan (FSPB/STAIN/IAIN/UIN BANTEN), selalu membuat saya tertawa. Betapa tidak, setiap d...
  • Prompting engineer
      Rekayasa prompt adalah teknik yang digunakan dalam sistem AI untuk memberikan instruksi secara jelas agar sistem AI dapat menghasilkan out...
  • Layanan Repository Open Access erguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)
      Daftar Kampus yang menerapkan layanan repository open access berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di ...
  • Apa Itu AI (Artificial Intelligence)
       AI atau kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merujuk pada kemampuan mesin atau komputer untuk meniru kecerdasan manusia dalam mela...
  • MASUKLAH ANGGOTA KOMUNITAS AL-GHURABA !         
       Operasi budaya kaum jahili yang menyasar nyaris ke setiap sudut lekuk hidup dan kehidupan, seakan menjadi barometer untuk mengukur tingka...
  • Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving
      ALBERT EINSTEIN : HIDUP IBARAT MENGAYUH SEPEDA Bisa jadi, adalah sebuah keterlaluan yang terlalu, andai tidak mengenal orang yang satu ini...
  • MERDEKA, SALAM PANCASILA
    Setiap agama dipastikan, malah harus memiliki basis ciri khas ( كلى خاص ) tersendiri yang tidak dimiliki oleh agama yang lain. Karena dengan...
  • QS. Al-Hasyr 59: 21-22.
      🌷 K A S I H ( Kajian Ayat Suci Alquran Harian) QS. Al-Hasyr 59: 21-22. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا ال...

Kunjungan

Flag Counter

Total Pengunjung

Categories

  • Informasi (5)
  • KasiH (68)
  • NgoPi (68)

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  September (2)
      • KENAPA ANDA MENGATAKAN, "MUDAH-MUDAHAN ALMARHUM ( ...
      • IN MEMORIAM PROF. DR. HMA TIHAMI, MA, MM.
  • ►  2024 (113)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (47)
    • ►  April (22)
    • ►  Maret (29)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2023 (32)
    • ►  Desember (32)

Copyright © Blog Ilmiah Digital Dosen | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Free Blogger Templates