Blog Ilmiah Digital Dosen

Menu
  • Home
  • NgoPi
  • Kasih
  • Informasi
  • Download
    • Hadist
    • Tafsir
    • e-book
  • Kampus
  • Etc

Senin, 04 Maret 2024

ACARA MUNGGAHAN MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN ( Tradisi Kearifan Lokal Pada Masyarakat Sunda)

By Syair Syi'ar Kearifan Guratan Digital DosenMaret 04, 2024 Tidak ada komentar


Seorang filsuf logika modern dan sekaligus pembawa wawasan baru yang memicu lahirnya perkembangan revolusioner dalam ilmu logika, Friedrich Ludwig Gottlob Frege (  1848-1925 ), mengatakan, bahwa  "kebenaran itu sangat fundamental (dasar, esensial) sehingga tidak bisa didefinisikan".

Andai kebenaran tidak bisa didefinisikan, sedang definisi merupakan titik awal untuk membedah postur kebenaran, berarti kebenaran sama dengan tidak ada. Supaya ada dan harus diusahakan ada, maka saya mencoba mendefinisikan kebenaran adalah sesuatu yang versi kaidah kefitrian manusia ketika ia dieksekusi pada tataran riil di lapangan membawa nilai manfaat dan tidak berseberangan dengan realita yang ada.

Kebenaran yang dimaksud tentu bersifat filosofistik.  Namun tetap dilegalisir adanya. Misalnya dalam diskursus pemikiran Hukum Islam dikenal terminologi " 'Uruf",  yakni sebuah adat kebiasaan positif yang dilestarikan oleh masyarakat secara turun temurun.

Dalam konteks realita kaitannya dengan kedatangan bulan suci Ramadhan, pada masyarakat Sunda  khususnya, kita mengenal tradisi " Munggahan ". Itu sudah berlangsung lama secara turun temurun. Berasal dari kata " unggah", yang berarti "naik", maka secara gramatikal absah untuk dimaknai, bahwa "Munggahan" adalah sebuah tradisi yang diadakan menjelang kedatangan bulan Ramadhan, dengan agenda acara khas ( antara lain ), makan bersama ( botraman/bancakan) antar keluarga dan sahabat, saling memaafkan, berkunjung ke keluarga yang lebih tua ( dipandang terhormat), ziarah ke kuburan keluarga dan lain sebagainya.

Semua itu di maksudkan, sebagai wujud ekspresi kegembiraan atas datangnya bulan suci Ramadhan, dan sekaligus pula sebagai ajang persiapan untuk meningkatkan prestasi diri menjadi insan yang bertaqwa ( Muttaqin), yang unggul, terhormat dan bermartabat, khususnya di mata Allah.

Bisa jadi, tradisi tersebut dasar filosofinya terinspirasi oleh teks berikut ini yang sudah akrab dengan telinga kaum muslim pada umumnya, yang biasa dibawakan oleh para da'i pada setiap acara pengajian menjelang bulan suci Ramadhan khususnya :

من فرح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران

"Barang siapa yang merasa gembira atas kedatangan bulan suci Ramadhan, maka Allah mengharamkan fisiknya masuk neraka".

Tidak perlu didebatkusirkan ihwal validitas teks tersebut, apa ia sahih, do''if atau maudhu' dan seterusnya. Hanya saja secara pulgar jangan dipastikan, bahwa ia meluncur dari lisan Rasul saw. Jadikan saja sebagai dasar pijakan filosofis, kaitannya dengan kearifan lokal. Karena secara universal Allah menyenangi segala kebaikan dan membenci segala kejahatan.

          والله أعلم بالصواب

 

By-Drs. H. Saepullah S, M.Ag 

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Postingan Populer

  • SELAMAT HARI ANAK SEDUNIA KE-69, 20 NOVEMBER 1954-2023, ( Mari Jaga dan Lindungi Hak-Hak Anak)
     Al-Jannah, yang sudah akrab dan kental dengan sebutan "Surga", versi bahasa, arti orsinilnya adalah "gelap". Kok gelap,...
  • Layanan Repository Open Access erguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)
      Daftar Kampus yang menerapkan layanan repository open access berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di ...
  • IN MEMORIAM PROF. DR. HMA TIHAMI, MA, MM.
    Setiap kali saya membaca goresan beliau di group pensiunan (FSPB/STAIN/IAIN/UIN BANTEN), selalu membuat saya tertawa. Betapa tidak, setiap d...
  • Prompting engineer
      Rekayasa prompt adalah teknik yang digunakan dalam sistem AI untuk memberikan instruksi secara jelas agar sistem AI dapat menghasilkan out...
  • QS. At Thur 52: 27-28.
      🌷 K A S I H ( Kajian Ayat Suci Alquran Harian) QS. At Thur 52: 27-28. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَا ...
  • MERDEKA, SALAM PANCASILA
    Setiap agama dipastikan, malah harus memiliki basis ciri khas ( كلى خاص ) tersendiri yang tidak dimiliki oleh agama yang lain. Karena dengan...
  • MASUKLAH ANGGOTA KOMUNITAS AL-GHURABA !         
       Operasi budaya kaum jahili yang menyasar nyaris ke setiap sudut lekuk hidup dan kehidupan, seakan menjadi barometer untuk mengukur tingka...
  • Percikan Pikiran Di Tengah Percikan Petasan
      Percikan Pikiran Di Tengah Percikan Petasan  "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun...
  • Bantuan Dalam Penulisan Artikel bisa gunakan AI
      untuk membuat sitasi online   https://scite.ai/ Paraphraser helps you write better, faster, and smarter. Our rewording tool is...
  • Apa Itu AI (Artificial Intelligence)
       AI atau kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merujuk pada kemampuan mesin atau komputer untuk meniru kecerdasan manusia dalam mela...

Kunjungan

Flag Counter

Total Pengunjung

Categories

  • Informasi (5)
  • KasiH (68)
  • NgoPi (68)

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ►  2025 (2)
    • ►  September (2)
  • ▼  2024 (113)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (47)
    • ►  April (22)
    • ▼  Maret (29)
      • QS. Al-Waqi'ah 56: 38-40.
      • QS. Al-Waqi'ah 56: 35-37.
      • 15 MARET : SELAMAT HARI TIDUR SEDUNIA (World Sleep...
      • QS. Al-Waqi'ah 56: 22-24.
      • RAMADHAN : BULAN MALAIKAT METAFORIS ( Potret Telaa...
      • QS. Al-Waqi'ah 56: 19-20.
      • QS. Al-Waqi'ah 56: 15-18.
      • QS. Al-Waqi'ah 56: 11-14.
      • QS. Al-Waqi'ah 56: 7-10.
      • SIAPA ORANG PINTAR DAN ORANG BODOH ITU ?
      • QS. Al-Waqi'ah 56: 4-6.
      • DO'A DARI SAYA DAN BERHARAP DO'A DARI BAPAK
      • QS. Al-Waqi'ah 56: 1-3.
      • Merawat Akal Sehat
      • ACARA MUNGGAHAN MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN ( T...
      • QS. Al-Rahman 55: 74-78.
      • QS. Al-Rahman 55: 37-40.
      • QS. Al-Rahman 55: 41-45.
      • QS. Al-Rahman 55: 46-49.
      • QS. Al-Rahman 55: 50-53.
      • QS. Al-Rahman 55: 54-57.
      • QS. Al-Rahman 55: 58-61.
      • QS. Al-Rahman 55: 62-65.
      • QS. Al-Rahman 55: 66-69.
      • QS. Al-Rahman 55: 70-73.
      • Ketika Rajanya Pendusta Berkata Jujur
      • SEKEDAR WUJUD REPLEKTIF
      • QS. Al-Rahman 55: 74-78.
      • ACARA MUNGGAHAN MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN ( T...
    • ►  Januari (14)
  • ►  2023 (32)
    • ►  Desember (32)

Copyright © Blog Ilmiah Digital Dosen | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Free Blogger Templates